Cara Mudah Mengurus ATM BCA bermasalah


foto-pelayanan-pelanggan-customer-service-bank-BCA
Loket pelayanan pelanggan BCA (Dok. Pribadi)

Adakah dari pembaca yang pernah punya masalah dengan kartu ATM?

Iya kartu ATM, anjungan tunai mandiri.

Saya pernah.

Kejadiannya waktu ke sebuah pasar swalayan, setelah selesai berbelanja, saya memutuskan untuk membayar dengan kartu ATM.

Pada saat itu, saya menggunakan ATM yang dikeluarkan Bank Central Asia(BCA) tempat saya menjadi salah satu nasabahnya.

Sayang, ternyata kartu ATM saya itu bermasalah dan tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran. Jadi, saya musti menggunakan uang tunai.

Kebayang kalau saya tidak membawa uang tunai yang cukup untuk membayar belanjaan, saya harus ke mesin ATM dulu untuk melakukan transaksi pengambilan uang, lalu kembali ke kasir dan untuk membayar.

Itu dengan catatan kartu ATM saya tidak bermasalah di mesin ATM yang ada, nah kalau bermasalah?

Repot sekali.


Saya memang bukan termasuk pengguna kartu kredit sehingga lebih sering menggunakan uang tunai atau kartu ATM ketika bertransaksi sehingga akan runyam urusannya kalau salah satu alat pembayar itu bermasalah.

Saya tidak alergi dengan kartu kredit, ini hanya masalah kenyamanan saja. Saya lebih nyaman menggunakan uang tunai atau kartu ATM yang tidak perlu ada cicilan.

Jadi, saya bisa mengkontrol pengeluarkan sebatas kemampuan keuangan yang saya miliki. Kalau mampu dan butuh, ya dibeli, kalau tidak ada uang, tapi butuh, ya ditunda. Dibuat mudah saja dan tidak perlu memaksakan harus ada.

Kembali kepersoalan yang menimpa kartu ATM saya, sedari awal, saya masih beranggapan kalau kartu ATM saya itu memang masih bisa digunakan untuk penarikan uang di mesin ATM sebab baru semalam saya melakukan penarikan tunai.

Maka saya beranggapan bahwa kartu ATM BCA saya itu memang bermasalah dengan mesin gesek di kasir, bukan dengan mesin ATM-nya sendiri.

Dugaan saya itu dibenarkan setelah saya melakukan transaksi penarikan uang tunai keesokan harinya menggunakan ATM yang sama, berhasil tanpa persoalan.

Saya mengira mesin gesek kartu di kasir swalayan itu yang yang sedang terganggu, tetapi ternyata tidak. Pada kesempatan lain, saya mencoba menggunakan kartu ATM yang sama untuk membayar makanan di satu rumah makan.

Hasilnya, sama seperti di swalayan, kartu ATM saya tidak terdeteksi baik oleh mesin gesek di kasir yang membuat saya harus menggunaka uang tunai lagi.

Dua kasus itu menjadi alasan saya untuk mengunjungi bank BCA demi mendapatkan penyelesaian. Kebetulan, lokasi kerja saya tidak jauh dari bank BCA sehingga bisa meluangkan waktu untuk mengurus penyelesaikan yang menimpa kartu ATM saya.

Di bank BCA yang bersangkutan, saya mencoba melakukan transaksi di mesin ATM dulu sebelum masuk dan menemui bagian Pelayanan pelanggan, dan berhasil seperti yang sudah-sudah.
Tetapi kenapa tidak bisa kalau digunakan dengan mesin gesek di kasir?

foto-pelayanan-pelanggan-customer-service-bank-BCA-jakarta
Verifikasi data nasabah (Dok. Pribadi)

“Kartunya ATM ini memang rusak dan musti diganti,” begitu penjelasan Mas Aga menanggapi keluhan saya.

Kartu ATM saya memang sudah lama dan belum pernah diganti sejak dibuat.

“Kalau digunakan di mesin ATM kami yang baru, kartu bapak bisa terpotong otomastis di dalam mesin,” tambah seorang wanita paruh baya yang adalah kepala bagian Pelayanan pelanggan yang kebetulan ada dekat Mas Aga.

“Pemotongan itu untuk menandai sebagai kartu ATM rusak dan tidak bisa digunakan lagi”


Penjelasannya membuat saya tersenyum senang sebab sudah benar langkah saya datang ke bank untuk minta penggantian kartu ATM yang rupanya mudah dan cepat.

foto-atm-gold-bca-jakarta
Kartu ATM Gold (Dok. Pribadi)

Berikut cara mudah mengganti kartu ATM di bank BCA:

1. Datang ke bank BCA terdekat


Kedatangan ke bank disertai dengan membawa buku tabungan, kartu ATM yang bermasalah, dan KTP. Ketiganya akan digunakan untuk memverifikasi data nasabah.

2. Ambil nomor antrean


Nomor ini biasanya ada di dekat pintu masuk, setiap satpam yang menjaga pintu pasti akan menanyakan keperluan nasabah dan mengarahkannya untuk mengambil kartu antrean sesuai keperluan pelanggan. Nomor antrean yang dimaksud adalah berupa kertas kecil yang dikeluarkan mesin penomoran sesuai dengan layanan yang diinginkan pelanggan.

3. Menunggu Antrean


Di kantor cabang tertentu, seperti di bank BCA kacab Gajah mada, tempat menunggu pelayanan bagi pelanggan termasuk nyaman, sehingga walaupun nasabah banyak, tetap bisa kerasan menunggu. Ketika menunggu, biasanya ada Duty Officer yang akan menghampiri untuk menanyakan keperluan nasabah.

4. Menuju meja pelayanan pelanggan


Setelah nomor antrean dipanggil, kita menuju pelayanan pelanggan. Setelah mengutarakan keluhan soal penggunaan kartu, biasanya petugas tersebut akan memberikan penawaran jenis kartu yang diingini nasabah, yaitu kartu ATM yang Silver atau Gold.

Keduanya memiliki perbedaan dalam batas jumlah pengambilan uang tunai di mesin ATM. Kalau ATM Silver batas pengambilan tunai sebanyak 7 juta rupiah per hari, kartu jenis Gold bisa mencapai 10 juta rupiah.

Untuk transfer ke sesama pengguna BCA, kartu silver mencapai 15 juta rupiah dan kartu Gold 25 juta rupiah per hari.

Sementara itu, untuk keperluan transfer antarbank, kartu Silver dan Gold sama-sama dibatasi sejumlah 10 juta per hari.

5. Foto


Ini jenis layanan tambahan yang dilakukan bank BCA untuk melindungi dana nasabah. Jadi, setiap nasabah akan difoto untuk melengkapi data nasabah, sehingga kalau sewaktu-waktu ada masalah dalam transaksi dan datang ke bank, pihak bank bisa langsung memverifikasi yang bersangkutan adalah pemilik asli rekening tersebut.

Pelayanan foto ini adalah pelayanan terbaru dari bank BCA yang dimaksudkan sebagai kepedulian kepada pelanggan. Foto yang menjadi tambahan identitas bisa mendukung peningkatan kualitas pelayanan online yang berlaku di semua bank BCA.

Jadi, kalau Anda punya masalah dengan kartu ATM atau transaksi yang menggunakan fasilitas BCA, segera saja datangi kantor BCA terdekat untuk mendapat penyelesaiaan yang mudah dan cepat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar