Lesehan di Resto Ikan Bakar Bambu Haur



Jalan alternatif Sentul siang itu tidak begitu ramai. Jalur yang menghubungkan wilayah Sentul dengan ibu kota Kabupaten Bogor ini teduh kalau melintas di siang hari.

Itu berkat penataan pepohonan rindang di sepanjang sisi jalan.

Kebetulan sesekali dalam akhir pekan, saya melewati jalan itu, menuju Bojong Gede, seperti siang itu.

Perjalanan melintasi jalan tol jagorawi sejak dari pintu tol Rawa Buaya, Jakarta Barat, sudah membuat perut minta diisi.

Saya tahu di sepanjang jalur jalan alternatif ini, ada beberapa tempat makan, yang beragam hidangan.

Tetapi, hari itu, saya dan keluarga ingin menjajal menu hidangan di restoran Ikan Bakar Bambu Haur.

Restoran itu ada di arah menuju Sentul, jadi buat saya yang baru saja keluar tol Jagorawi, mau tak mau, harus berputar arah untuk mencapai tempat makan itu.

Restoran Ikan Bakar Bambu Haur terlihat sepi selepas makan siang itu, saya dan keluarga masuk dan memilih tempat makan yang lesehan.

Setelah masuk, baru saya tahu kalau ada jalan lain di sebelah restoran ini yang menuju bagian lain dari restoran tersebut.


Suasana restoran memang nyaman dan adem, cocok untuk melepas lelah setelah perjalanan.
Duduk di balik setir mobil memang butuh daya konsentrasi tinggi sehingga mudah membuat tubuh menjadi letih, keletihan itu mendadak hilang ketika mendengar gemericik air kolam ikan sambil duduk lesehan di saung panjang restoran ini.

Selain saung, ada juga bagian lain yang diperuntukan bagi pengunjung yang terbiasa duduk di bangku saat makan.

Di bagian lain, ada arena permainan anak yang terhubung dengan pendopo tempat yang merupakan perluasan dari area makan.




Antara area depan belakang ini, terdapat taman rumput luas dengan beberapa kolam ikan, yang membuat anak-anak betah berlarian.




Untuk menu makanan, di tempat ini sudah cukup lengkap dengan aneka masakan dengan menu utama ikan bakar haur.

Ikan bakar Haur adalah menu ikan patin berlimpah bumbu yang dibakar dalam tabung bambu.
Daging ikan patin yang gurih menjadi lebih kuat rasanya dalam balutan bumbu dan aroma bambu yang khas.








Selain ikan patin, ada juga hidangan ikan lain, cumi, dan ayam yang diolah berdasarkan pasanan.

Tapi, hati-hati, makan di tempat ini akan lupa akan diet yang kita jalani.

Lauk yang beraneka dengan cita rasa Nusantara akan mampu memanjakan lidah kita untuk terus mengunyah.

Rumah makan Ikan Bakar Bambu Haur, memang bisa menjadi pilihan ketika melintasi jalan Alternatif Sentul.

Salah satu konsep restoran yang berhasil adalah mampu memberikan arena bermain untuk anak-anak sehingga pengunjung yang datang, terutama yang sudah berkeluarga akan nyaman bersantap sebab anak-anak mereka tidak rewel, melainkan asyik bermain sambil makan.

Fasilitas lain, seperti toilet dan musala pun tertata rapi di koridor penghubung tempat makan ke bagian belakang.



Buat saya, restoran Ikan Bakar Bambu Haur memenuhi syarat untuk menjadi tempat bersantap keluarga yang nyaman. [sr]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar